Beranda / Berita / Kemahasiswaan

PGMI IMH Subang Selenggarakan Kuliah Dosen Tamu di UIN Bandung, Angkat Isu Kesetaraan Gender dalam Kajian Tafsir Tarbawi

Admin Web Kemahasiswaan 03 July 2025 30 dibaca
PGMI IMH Subang Selenggarakan Kuliah Dosen Tamu di UIN Bandung, Angkat Isu Kesetaraan Gender dalam Kajian Tafsir Tarbawi

Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Miftahul Huda (IMH) Subang menggelar kegiatan Kuliah Dosen Tamu pada Kamis, 3 Juli 2025, bertempat di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik serta memperkaya wawasan keilmuan mahasiswa dalam isu-isu kontemporer pendidikan Islam.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Prodi PGMI, Muhamad Raj Chandra, M.Pd., dan Dekan Fakultas Tarbiyah IMH Subang, Dr. Adudin Alijaya. Kehadiran keduanya tidak hanya sebagai bentuk dukungan institusional, tetapi juga sebagai wujud pendampingan akademik yang berkelanjutan bagi mahasiswa PGMI dalam proses pengembangan kapasitas intelektual dan sosial.
Dengan mengusung tema “Kesetaraan Gender dalam Kajian Tafsir Tarbawi”, kuliah ini menghadirkan narasumber utama Dr. Zaura Sylviana Agung, M.A. Hum., dosen dan pakar Psikologi Dakwah dari UIN SGD Bandung.

Gambar Pendukung
Gambar Pendukung
Gambar Pendukung
Gambar Pendukung
Gambar Pendukung
Gambar Pendukung

Dalam pemaparannya, beliau mengulas isu kesetaraan gender dari perspektif psikologi dan tafsir tarbawi, serta menekankan pentingnya pendekatan yang proporsional, kontekstual, dan tidak bias dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan relasi gender. Lebih lanjut, Dr. Zaura menekankan bahwa pendidikan Islam harus menjadi ruang yang terbuka bagi narasi-narasi keadilan gender, yang selaras dengan nilai-nilai universal Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin. Dalam konteks pembelajaran di madrasah, hal ini menjadi penting agar calon guru memiliki perspektif yang inklusif, adil, dan sensitif terhadap realitas sosial.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas cakrawala berpikir mahasiswa PGMI dalam menyikapi isu gender secara akademik, kritis, dan Islami. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi medium untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi Islam dalam pengembangan keilmuan yang relevan dan transformatif.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

πŸ˜ŠπŸ˜‚πŸ‘β€οΈπŸ”₯πŸ‘πŸ˜πŸŽ‰πŸ€”πŸ˜Žβœ¨πŸ™Œ

Daftar Komentar 0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!